Pages

Follow by Email

RSS

EX



         Kali ini mungkin pembaca akan sedikit heran,karena postingan berikut berisi sebuah cerita yang di dalamnya terdapat cinta,permusuhan dan pershabatan.Terkesan  bersebrangan dengan visi utama blog ini,yakni untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.Namun,perlu pembaca ketahui kita juga butuh entertaint (read:hiburan)untuk merelaksasikan pikiran guna menjaga kesehatan psikis dan emosional.
Saya memposting cerita mengenai persahabatan layaknya FTV tentang kehidupan remaja saat ini.Cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi dan sebagai rasa syukur saya atas kebahagiaan yang di hasilkan dari perjalanan kisah ini saya ingin membagikan pada pembaca,yang mungkin dapat mengambil hikmahnya.
(*Sekaligus mengisi liburan panjang,corat-coret dulu....)

                                                           Oh ..EX ^_^

     Masa putih  abu - abu adalah masa dimana segala keababilan masih dianggap wajar,dan disinilah kisah itu dimulai.Saat itu juba putih biru yang telah saya tanggalkan berubah menjadi tanggungjawab sebagai pemudi yang lebih besar.Ini adalah masa-masa menambah wawasan,meningkatkan kreatifitas serta menambah pertemanan,begitupulah dengan saya mulai untuk mengenal berbagai karakter teman dan lawan jenis tentunya.Singkat cerita,akhirnya saya masuk dalam suatu kelas yang cukup heterogen dan kurang kondusif,mengingat tujuan awal saya ke sini adalah mencari ilmu,saya rasa wajar untuk mencari kawan yang dapat menjadi rekan belajar.Akhirnya kenala saya dengan sosok putra bernama Bayu yang nantinya jadi sahabat(Oppa) saya,dia adalah sosok yang pemalu tapi dia juga cukup rajin dan tekun karena itulah saya memilih duduk sebangku dengannya sekaligus menjadikannya rekan belajar.Awalnya karena Bayu itu pemalu setiap di ajak berbicara kakinya selalu bergemetaran,atau tangannya memainkan sesuatu dan tidak berani menatap lawan bicaranya,kalau mengingat ekspresinya itu jadi ingin tertawa terbahak-bahak.
    Suatu pagi,seperti biasa saya adalah penunggu kelas(imamnya kelas) ketika itu tim piket belum beraksi dan saya cukup kaget mendapati bangku Saya dan Bayu penuh dengan coretan berisi ungkapan perasaan segerombolan geng putri tentang perasaan salah seorang anggotanya yang nampaknya memendam rasa pada Oppaku ini.Mata saya menelusuri semua coretan itu dan terhenti pada tulisan yang jelas itu adalah nama seorang gadis yakni Titis.
    "Waoo..jadi ini kekasih Bayu yang bikin ulah."Pikirku.
    Dari situlah aku mulai mengenal sosok Titis yang jadi sahabatku(Unni) yang diawali menjadi musuhku..^_^V
  Singkat cerita,kisah berlanjut di awal semester kelas 2 ketika itu lagi-lagi saya sekelas dengan Bayu di 11 IPA 1 atau yang biasa dikenal dengan sebutan Sepatu.com(sebelas ipa satu community) dan Unni duduk dikelas 11 IPA 3.Tanpa ada cerita masa PDKT(read:pendekatan) mereka ternyata sudah jadian tanpa sepengetahuanku (>.<  *berasa gak dianggap sahabat).
   Berita percintaan merekapun baru saya dengar dari sahabat yang satu lagi yaitu Karunia(*Wakilku baik di Osis atau di Geng),tanpa pikir panjang sayapun juga ingin mengenal yang namanya Titis meski awalnya kesal, karena dia bersama gengnya sempat mencorat-coret bangku saya dan memusuhi saya karena dikira naksir sama Bayu,Tapi yang namanya pacarnya sahabatnya berarti teman saya juga ^_^.
   Akhirnya Bayu meminta saya untuk mengambilkan buku pelajarannya di Titis,untuk dapat memulai perkenalan dengannya.Namun,maksud hati menanam bunga Mawar malah bunga Bangkai yang mekar seperti itulah ekspresi dingin dari Unni.
  Tidak lama setelah itu muncul kabar bahwa hubungan mereka telah usai,kabar itupun saya dapati lagi dari Karunia(*Bakat jadi penyiar Incert nehh `_@) dan yang menegjutkan lagi putusnya karena saya,Hahh?? apa gak toengg tuh jantung saya.Setelah di konfirmasi sama Bayu enggak ternyata ehheehhehh..*Lega..^.^
  Tapi masih banyak teman di sekolah yang mengira ini karena saya dan banyak yang mengkaitkan dengan kecemburuan Titis terhadap saya.Padahal,ketika kelas 2 intensitas saya bertemu Bayu lebih rendah dari pada dengan Karunia atau sebut saja Nyak lah.Harusnya para gosipers itu lebih memakai logika dari pada bualan di kelas 2 itu sangat sulit dan jarang buat saya untuk berinteraksi dengan siswa biasa(non-OSIS) karena lebih sering diluar sekolah dan mengerjakan tugas OSIS sebagai ketua OSIS.
   Cerita berlanjut ke kelas 3,kali ini saya tidak lagi sekelas dengan Bayu.Tapi sekelas dengan Titis sungguh mengecewakan."Bahaya ini bisa jadi PD III"Pikir Saya..
    Saya cukup khawatir keababilan Titis membuatnya meledak-ledak dikelas,tapi rencana Allah memang betul indah.Pada awalnya Titis sedikit dingin,mungkin karena masih belum bisa Move-on dari Bayu,tapi setelah satu semester kami mulai penuh dengan kegiatan berkelompok bersama dan mulai bicara dari hati ke hati dan saya rasa permusuhan dianatara kami ini ada pihak - pihak tertentu yang memanfaatkanya.
Akhirnya kami mulai sering berkomunikasi sampai sekarang,bahkan kami saling panggil kakak-adik.Dan bahkan saya selalu berusaha jadi mak comblang mereka.
     Tapi Oppa saya itu,sudah tiadak berkeinginan untuk memulai suatu hubungan sampai sarjana nanti.
Semoga Titis diberi kesabaran menanti durian runtuh dari FTP(Fakultas Teknologi Pertanian)*kampusnya Bayu
dan cepat di ikhlaskan hatinya kalau memang sudah melambaikan tangan ke kamera ^_^
      Dan semoga sebaliknya dengan Oppa,tapi saya sama Oppa memang keluarga ya ^_^ *Kapook pernah jadian,sarjana dulu boss..

     

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

octophus mengatakan...

Beh,, terus kisah tentang anak UB nya mana... hhehe

ayu wulandari mengatakan...

>.<

Posting Komentar