Pages

Follow by Email

RSS

CATATAN HATI SEORANG PROMKES


           Kisah ini bukanlah kisah biasa, kisah ini akan mewakili perasaan, pikiran dan usaha dari seorang pejuang. Pejuang yang biasa dikenal dengan sebutan Promkes, yakni tenaga promosi kesehatan yang melaksanakan 7 UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat). Kisah ini ditulis  untuk menjawab rasa penasaran teman-teman sejawat disana yang masih bertempur untuk mendapatkan gelar SKM nya (Sarjana Kesehatan Masyarakat). Baiklah inilah kisahnya, kurang lebih sekitar dua bulan lalu datang sebuah informasi lowongan pekerjaan dari salah satu Puskesmas di Kabupaten Lumajang, dari tiga kali bolak-balik Pasuruan-Lumajang akhirnya sampai juga ucapan, "Selamat bergabung dengan Puskesmas kami" dari bibir manis Kepala Puskesmas Bades ibu Dr.Mudalifah, dan dititik inilah kisah menjadi seorang Promkes yang tangguh dimulai.
        Seminggu pertama memasuki masa orientasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang sungguh mengejutkan rasanya seperti jiwa ini ditarik dalam sebuah acara seremonial kumpul alumni, dari alumni angkatan 2002  FKM UJ hingga 2011 mereka adalah buku berjalan yang siap untuk di kloning ilmu kesehatan masyarakatnya. Seminggu penuh kejutan itupun berlalu saatnya menuju Bades, sebuah desa yang diliputi kabut pagi yang menyejukkan dengan berbagai budaya daerah yang mengesankan untuk dipelajari. Antropologi masyarakat disini adalah Jawa-Madura yang melahirkan akulturasi budaya unik dari keduanya.
       Pekerjaan pertama sebagai Promkes adalah mengikuti Kelas Ibu di Polindes Gondoruso, suasana kelas ibu saat itu sungguh menarik, para ibu hadir bersama dengan balitanya. Materi disampaikan oleh seorang Bidan senior ditemani PPD (Petugas Perawat Desa) dengan mengangkat tema PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dalam tatanan Rumah Tangga. Peserta sangat antusias dalam pelaksanaanya, dibuktikan dengan adanya diskusi terkait penggunaan jamban sehat di rumah, lucunya masyarakat sekitar mengaku memiliki jamban namun masih BAB di sungai dengan alasan jambannya takut kotor bahkan masyarakat mengunci jambannya agar tidak dimasukki hewan atau binatang liar yang dapat mengotori jamban. Diskusi bersama para ibu pun menyadarkan kita bahwa masyarakat masih perlu diberi pemahaman terkait perilaku BABS (BAB Sembarangan) bukan hanya semata-mata pembuatan jamban sehat untuk dilombakan namun juga manfaat penggunaanya.

         Hari berikutnya perjalanan menuju PUSTU (Puskesmas Pembantu) Dampar, akses menuju PUSTU bisa dibuat dzikir sepanjang jalan :), karena diawali dengan jalanan menanjak yang berbatu serta berliku. Perjalanan menuju Pustu Dampar membuat hati berdetak tak karuan seperti orang sedang jatuh cinta. Setibanya di lokasi Masya Allah hanya bisa berucap syukur, panasnya sampai kepala ini pusing :). Meskipun panas sekali tapi pemandangannya tidak kalah cantik dengan tempat-tempat wisata yang cukup hits di luaran sana. Hanya ada satu tips ketika berkunjung ke Pustu Dampar jangan lupa memakai sunblock ya ^^.
        Menjadi seorang Promkes selain bisa menikmati liburan gratis, makan gratis, transportasi gratis, dan yang gratis-gratis lain ^^,  dituntut juga untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaan, yakni 7 UKBM (Poskesdes, Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Pos UKK, Posbindu PTM, SBH, Poskestren) ditambah dengan rekapan Buku Anak Terhebat (Terbiasa Hidup Bersih dan Sehat) disertai tugas-tugas tambahan lain dari KAPUS(Kepala Puskesmas) yang haram hukumnya ditolak, kecuali sesuatu yang memang dirasa tidak baik dan benar secara moral dan etika ya ^^.
       Pada akhir bulan di dua minggu bekerja sudah harus menemui tanggal pelaporan UKBM dan profil Promkes disertai rekapan buku Anak Terhebat yang sungguh membuat mata, hati, dan tubuh sulit untuk beristirahat sejenak. Rekapan buku Anak Terhebat ternyata dirasa cukup berat oleh kawan-kawan promkes di Puskesmas lain juga karena terlalu banyak item yang harus kami review. Namun, dalam waktu dekat Dinas Kesehatan berupaya membantu mengatasi hambatan yang di alami para Promkes.
    Ini adalah sebagian kisah dari perjalanan sebagai Promkes, masih banyak cerita seru dan menegangkan ketika berhadapan dengan pejabat desa untuk advokasi kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kesehatan. Seperti apa ??? sabar ya tunggu kisah ruarrr biasa Promkes lainnya ^^

Salam
Apapun Programnya, Promkes Mitranya

           

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar